 |
| Peta kota Yogyakarta |
Saya yakin tidak banyak orang tahu tentang ilmu yang satu
ini. Saya pernah mengalaminya sendiri. Waktu itu saya sedang makan di warung
dekat komplek kos-kosan. lalu tak lama kemudian datanglah bapak-bapak separuh
baya menyapa.
“kuliah dimana mas?”
“di PTN X pak”
“oh Ambil jurusan apa mas?”
“saya Teknik Geodesi pak”
“Geodesi?” Sambil mengernyitkan dahi.
“Geologi ta mas?”
“Bukan pak, Geodesi”
“Apanya geografi mas?”
“Saudaranya pak.. sama-sama ilmu bumi, tapi lebih ke bidang pengukuran dan produknya sebuah peta pak” sambil tersenyum dan memasang
muka meyakinkan.
Dari pengalaman saya diatas timbul pertanyaan di benak saya, apakah se asing
itu Geodesi di telinga masyarakat? Memang dulu saya juga berfikiran sempit
tentang geodesi, saya saja memilih jurusan ini karna katanya sih banyak
jalan-jalannya. Sudah. Selesai. Sesederhana itu menentukan pilihan krusial yang akan
mengantarkan saya ke masa depan. Saya yakin yang membaca tulisan ini pun juga
sebagian besar tidak mengerti apa itu Geodesi. Memang di Indonesia baru 4
perguruan tinggi negeri yang membuka jurusan geodesi. jadi mungkin lulusannya masih
sedikit dan belum banyak yang tersebar di masyarakat. Berbeda dengan teknik
sipil, teknik elektro, ataupun teknik industri yang lulusannya sudah banyak
tersebar di masyarakat. Banyak pertanyaan yang muncul ketika saya sedang
berbincang dengan teman-teman ataupun dengan saudara tentang studi yang saya
ambil ini. Sebenarnya apasih yang dipelajari, lulusannya bisa apa, banyak ceweknya
ya kok ada desi-desinya, hingga pertanyaan aneh lainnya. Nah disini saya
sebagai mahasiswa Teknik Geodesi ingin menjabarkan itu semua menurut pengalaman
yang saya dapat di mata kuliah pengantar geodesi dan geomatika.
Apa sih Geodesi?
Geodesi adalah segala hal terkait dengan Bidang Ilmu dan Rekayasa untuk
memetakan, mengelola dan menyajikan kenampakan permukaan bumi. Masih bingung? Jadi gampangnya cabang ilmu
bumi = Geo yang berfokus pada masalah pembuatan segala jenis peta. Dalam memproduksi
peta, banyak sekali metode yang digunakan. Dari yang sederhana hingga yang
rumit, dari yang hanya lingkup puluhan meter hingga yang beribu-ribu kilometer,
dan dari yang cara konvensional hingga cara yang super canggih nan modern. Kita
sebagai mahasiswa geodesi perlu memiliki jiwa bertualang. Bagaimana tidak,
tempat kerja kita berada di mana-mana. Bisa di tengah kota, ditengah sungai,
hutan, puncak gunung, lembah, didalam goa, hingga di dasar laut. Kurang keren
apa coba.
Lalu apa fungsi seorang
geodet (sebutan untuk ahli geodesi) di dalam kehidupan dan di masyarakat?
Jawabannya, banyak sekali !
apa kalian mengenal google maps? Google earth? GPS? Itu adalah salah satu
produk di bidang geodesi yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Berarti jadi anak Geodesi kalo kemana-kemana tidak boleh nyasar lho. Selanjutnya adalah penentuan batas wilayah,
jadi seorang geodet bertugas untuk menentukan titik-titik dimana harusnya patok
tanah itu diletakkan. Hal ini dapat membantu meredakan sengketa kepemilikan
lahan dan masalah zona batas laut yang sangat sering kita dengar. Lalu, seorang
geodet juga dapat memantau pergeseran titik-titik di bumi dengan menggunakan
satelite. Misalnya saja, suatu jembatan. Di ujung-ujung jembatan setiap tahunnya
ada pergerakan titik-titik yang signifikan. Hal ini dapat menyebabkan runtuhnya
jembatan atau yang bisa disebut dengan deformasi. Jadi dengan data yang telah
di olah, seorang geodet dapat memperediksi bahwa jembatan tersebut akan runtuh
pada tahun sekian. Mungkin seperti itulah ilustrasinya. Dan yang terbaru, seorang
geodet juga dapat merekam suatu bentuk atau bangunan hingga ketelitian 1 mm
dengan menggunakan Terrestrial Laser Scanner (TLS). Alat ini dapat merekam bentuk, tekstur,
relief-relief rumit dalam bentuk cetakan 3 dimensi digital. Jadi, misalnya
candi borubudur sewaktu-waktu terkena gempa. Dengan data digital tersebut kita
dapat membangun ulang candi borubudur seperti semula. Sehingga seorang geodet
juga dapat berkontribusi dalam pelestarian bangunan-bangunan bersejarah. Dan banyak
lagi hal yang seorang geodet dapat lakukan.
Fungsi yang
dilakukan oleh ahli geodesi sangat berdampak pada aspek politik. Bagaimana bisa?
Contohnya penetapan hukum laut tadi, hal ini akan berdampak langsung tentang
kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah. Bisa juga berdampak pada kondisi
sosial dan ekonomi. Misalnya penentuan lokasi hotel, daerah pertokoan, industri
dan lain-lain dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang telah dijabarkan di
peta.
Untuk masalah karir
dan pekerjaan, sarjana Teknik Geodesi masih sangat dibutuhkan di indonesia. Mengingat begitu
luasnya wilayah negara kita tercinta ini yang butuh untuk di eksplor dan
lulusannya juga yang masih sedikit. Menurut data yang saya kumpulkan sarjana
geodesi dapat berkarir di bidang Oil and Gas, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Informasi Geospasial (BIG) atau dahulu Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional
(BAKOSURTANAL), berbagai kementerian seperti PU, kelautan, pertanian, dan
kehutanan, LAPAN, BAPPEDA/BAPPENAS, perusahaan teknologi informasi seperti Google
dan masih banyak lagi. Silahkan anda searching sendiri.
Mungkin Itu saja
sebagian yang saya dapat tulis tentang dunia per-geodesi-an. Semua yang saya
tulis ini terinspirasi dari kuliah perdana pak Made Andi seminggu yang lalu. Beliau
dosen yang hebat. Jika tidak berkat beliau, pengetahuan saya tentang Geodesi
hanyalah sesempit ilmu tentang survey menyurvey. Ada kutipan menarik yang saya
dapat kemarin dari pak Made Andi yaitu seperti ini,
“Sebenarnya cara
terbaik memetakan dunia adalah dengan menjelajahinya. Karena peta terbaik
adalah peta dengan skala 1:1” – I Made Andi Arsana.